Kamis, 24 November 2011 1 komentar

LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA

LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA

A.      Landasan Pendidikan Pancasila
Landasan pendidikan pancasila adalah :
1.   Landasan historis yaitu Pancasila didasarkan pada sejarah Bangsa Indonesia sendiri.
2.   Landasan Kulturil yaitu Pancasila didasarkan pada nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri
3.   Landasan Yuridis yaitu penyelenggaraan pendidikan Pancasila didasarkan di perguruan tinggi didasarkan pada ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
4.   Landasan Filosofis yaitu : secara filosofis Bangsa Indonesia dalam hidup bermasyarakat dan bernegara berlandaskan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang secara filosofis merupakan filosofi Bangsa Indonesia.
B.      Kajian Pancasila
Kajian pancasila melalui empat tinjauan secara holistic, yaitu :
1.   Tinjauan filosofis : mengungkapkan Pancasila sebagai system filsafat Bangsa Indonesia, Ideologi Nasional, dan pandangan hidup bangsa, serta etika bangsa, juga pandangan integralistik mengenai Pancasila yang membedakan dengan ideologi lain di dunia.
2.   Tinjauan historis : Memaparkan masa kejayaan nasional, asal mula pancasila, latar belakang keberadaan pancasila baik secara etimologis, terminologis maupun kronologis sehingga akan terlihat bentuk, susunan, sifat dan system Pancasila dalam wujud kebulatan yang utuh menyeluruh dan sistematik.
3.   Tinjauan Yuridis konstitusional : Menguraikan status dan kedudukan pancasila dalam tata kehidupan Bangsa Indonesia, hubungan pancasila dengan norma-norma hukum yang ada dan berlaku di Indonesia.
4.   Tinjauan aktual dan etis : Merupakan aktualisasi Pancasila dalam kehidupan kampus dan masyarakat pada umumnya, Pancasila sebagai paradigm pembangunan Poleksosbudhankam, pancasila sebagai dasar pembaharuan hukum dan HAM, sehingga nilai-nilai Pancasila menjadi sumber moral dalam kehidupan bermasyarakat.
C.     Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia
1.   Pengertian Ideologi
Ideologi sebagai suatu konsep atau sebagai suatu system berfikir, pertama kali diperkenalkan oleh Destutt de Tracy, filsuf Prancis tahun 1796. Istilah ideologi digunakan untuk menunjuk suatu bidang ilmu yang otonom yang terpisah dari metafisika[1].
Ideologi ialah seperangkat nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan sebagai dasar untuk menata masyarakat dalam negara. Ideologi mengandung nilai-nilai dasar yang hidup dalam system kehidupan masyarakat dan mengandung idealism yang mampu mengakomodasikan tuntutan perkembangan zaman[2].
Jorge Larrain dalam tulisannya tentang The Concept of Ideology (2002) memberikan pengertian “ideology as a set of beliefs” yaitu suatu system kepercayaan mengenai sesuatu yang dipandang bernilai dan menjadi kekuatan motivasional bagi perilaku individu atau kelompok[3].
Pancasila sebagai ideologi nasional artinya pancasila merupakan kumpulan atau seperangkat nilai yang diyakini kebenarannya oleh Bangsa Indonesia dan digunakan untuk menata atau mengatur masyarakat Indonesia.
2.   Dimensi-dimensi yang dimiliki oleh Pancasila sebagai ideologi nasional, yaitu[4] :
-     Dimensi idealitas artinya ideologi pancasila mengandung harapan-harapan dan cita-cita yang ingin dicapai oleh Bangsa Indonesia.
-     Dimensi realitas artinya nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersumber dari nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.
-     Dimensi normalitas artinya Pancasila mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat berupa norma-norma yang harus dipatuhi dan ditaati bersama.
-     Dimensi fleksibilitas artinya ideologi Pancasila mampu mengikuti perkembangan jaman, dapat menerima pemikiran-pemikiran baru sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya.
3.   Ideologi Terbuka dan Tertutup[5]
Pembahasan dalam hal ini menyangkut pengertian ideologi terbuka dan ideologi tertutup dan bagaimana sifat dari idedologi Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia dikaitkan dengan pengertian tersebut.
Ideologi bersifat tertutup jika ideologi tersebut tidak dapat menerima dan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru, tidak berinteraksi dengan perkembangan jaman, hanya mengandung dimensi normalitas yang dipaksakan dan dimensi idealitas semu, tidak demokratis dan lebih bersifat otoriter.
Ideologi bersifat terbuka jika ideologi tersebut dapat menerima dan mengembangkan pemikiran baru dari luar yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya, bersifat demokratis dan dapat berinteraksi dengan perubahan dan perkembangan jaman.
Ideologi Bangsa Indonesia yaitu ideologi Pancasila merupakan ideologi terbuka berarti dapat menerima dan mengembangkan pemikiran baru dari luar, dapat berinteraksi dengan perkembangan/perubahan zaman dan lingkungannya, bersifat demokratis maka lebih dinamik dan inovatif.
D.      Perbandingan Pancasila dengan Ideologi Lain di Dunia[6]
1.   Ideologi induvidualistik : memandang bahwa manusia sejak dilahirkan bebas dan dibekali penciptanya sejumlah hak asasi, misalnya hak hidup, hak kebebasan, hak kesamaan. Nilai kebebasan ialah yang utama. Metode berfikir ideologi ini liberalistic yang berwatak individualistic.
2.   Ideologi komunistik : mendasarkan diri pada premis bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi. Metode berfikirnya materialism dialektik. Ideologi ini didasarkan pada ajaran Karl Marx, Frederick Engels, dan Lenin yang menyatakan bahwa negara ialah susunan golongan (kelas) untuk menindas golongan (kelas) yang lain.
3.   Ideologi yang didasarkan pada Faham Agama : ideologi ini bersumber dari ajaran agama yang termuat dalam kitab suci agama. Negara bersifat spiritual religious.



[1] Tim Dosen Pancasila Unhas, 2003. Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Dicetak Offset Setting Perkasa.
[2] Ibid
[3] Ibid
[4] Ibid
[5] Ibid hal 19
[6] Ibid. hal 20

1 Response to LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA

27 September 2022 pukul 23.08

HIDAYAT

Posting Komentar

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.